This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

adsense

Rabu, 09 Agustus 2017

Kisah Kapal SS Ourang Medan

Sumber Photo : www.suratkabar.id

Misteri Kapal SS Ourang Medan

Jika Anda penggemar film, mungkin tidak asing dengan film ” GHOST SHIP “, film produksi Warner Bros (2002) ini menceritakan tentang sebuah kapal pesiar dimana seluruh penumpang dan awak kapal mati secara misterius dengan kondisi mengenaskan dan akhirnya menjadi kapal hantu yang menghantui para pelaut yang berlayar.

Mungkin, film itu diilhami oleh sebuah peristiwa sekitar awal tahun 1948 yang terjadi di sekitar wilayah negeri kita tercinta Indonesia, tepatnya di Selat Malaka. Pada waktu itu cuaca sempurna, tidak ada gangguan alam yang berarti, ombak cukup tenang. Namun kesempurnaan itu segera dipecahkan oleh sinyal SOS yang datang tiba-tiba dan terdengar oleh beberapa kapal yang sedang berlayar di sekitar situ. “Semua petugas termasuk kapten mati tergeletak di chartroom dan jembatan. Mungkin seluruh kru mati.” Hal ini diikuti oleh terbacanya sebuah pesan SOS mengerikan “… aku mati.” Dan kemudian, tak ada pesan lagi, yang ada hanya suara gemerisik radio yang tidak beraturan. Sinyal itu ternyata berasal dari seorang awak kapal SS Ourang Medan.

Kapal Silver Star ( satu dari beberapa kapal yang mendengar sinyal SOS ) berhasil menentukan arah koordinatnya dengan tepat. Dalam beberapa jam, Silver Star sampai di lokasi SS Ourang Medan. Mereka bisa melihat kapal itu dari kejauhan. Lalu sinyal komunikasi dikirimkan. Karena tidak ada tanggapan terhadap sinyal bendera maupun radio, sebuah tim dikirim menuju kapal itu. Perlahan-lahan, kapal kecil yang membawa tim penyelidik bergerak menuju kapal itu. Tidak terlihat adanya gerakan di atas kapal. Namun, mereka melihat sesuatu yang ganjil di sekitar kapal. Hiu-hiu bermunculan di sekitar lambung dan tampaknya setiap hiu di Teluk Benggala datang ke sana karena tahu ada orang-orang mati di atas kapal.

Setibanya di atas kapal, tim itu menyaksikan sebuah pemandangan yang tidak akan mereka lupakan seumur hidup. Mereka melihat mayat-mayat bergelimpangan di atas dek ! Bergegas mereka memeriksa ruang peta untuk mencari sang kapten. Ketika mereka masuk ke ruang peta, mereka melihat mayat-mayat perwira bersama sang kapten bergeletakan di tempat itu. Seakan-akan, sang kapten telah mengumpulkan mereka di situ untuk merundingkan sesuatu yang mendesak sebelum mereka mati.

Tapi, horor yang mereka jumpai bukan cuma itu. Bagian yang mengerikan dari mayat itu adalah, teror yang terlihat di wajah mereka. Di setiap mayat, terdapat wajah pucat penuh ketakutan. Mata mereka menatap ngeri dan tubuh mereka kaku karena rigor mortis (kekakuan sebelum orang meninggal), beberapa orang dengan tangan teracung ke atas. Mayat para pelaut yang meninggal di atas dek juga mengalami kondisi yang sama. Di ruang radio, petugas telegraf terkulai di atas peralatannya yang diam. Tim dari Silver Star segera memeriksa seisi kapal. Mereka tidak menemukan kerusakan apapun yang mengindikasikan tindak kekerasan. Pada mayat-mayat yang bergelimpangan, mereka tidak menemukan luka atau tanda-tanda kekerasan lainnya.

Sesuatu telah terjadi ! Tapi apa ?

Apa yang telah menyebabkan mereka meninggal ?

Apakah hantu laut tiba-tiba muncul dari samudera dan membunuh semua awak kapal itu ?



Belum lagi tim itu selesai memeriksa, sebuah kejadian aneh kembali terjadi. Entah apa sebabnya, kargo yang ada di atas kapal itu mengeluarkan nyala api. Api segera menjalar ke bagian lain dari kapal. Dalam hitungan menit, tim itu segera menyelamatkan diri ke kapal kecil mereka dan segera mengayuh. Lalu, SS Ourang Medan meledak dengan suara keras. Ledakan itu terdengar hingga seperempat mil dan membunuh beberapa hiu yang kelaparan. Tim itu berhasil menyelamatkan diri. Dari kejauhan, mereka bisa melihat SS Ourang Medan terbakar dan tenggelam perlahan-lahan ke dasar lautan, ikut menenggelamkan misteri yang baru saja mereka saksikan.

Kisah SS Ourang Medan dan peristiwa misterius yang menimpanya pertama kali diceritakan kepada publik lewat publikasi Proceedings of the Merchant Marine Council yang diterbitkan oleh US National Coast Guard pada tahun 1953. Namun anehnya, selain publikasi itu, tidak ada seorangpun yang dapat menemukan data mengenai kapal ini. Siapa yang membuatnya atau dokumen-dokumen resmi pendukung lainnya.

Spekulasipun akhirnya berkembang

Sebagian yang mempercayai kisah ini menduga kapal ini mengangkut kargo berupa bahan kimia potassium sianida dan nitrogliserin. Keduanya diklaim dapat menimbulkan asfiksia alias sesak napas yang mungkin juga telah membunuh mereka.
Pendapat berikutnya mengatakan para awak kapal keracunan akibat karbon monoxida alias CO dari mesin kapal. Dan itu juga yang menyebabkan kapal terbakar, ya karena kebakaran mesin. CO juga menyebabkan asfixia dan berakhir pada kematian.
Sebagian lagi percaya bahwa US National Coast Guard telah menciptakan kisah bohong ( hoax ), untuk apa ? menutupi sebuah misi rahasia Amerika terhadap Indonesia ?? Berdasarkan data yang dilaporkan bahawa ada 11 kapal yang mendengar sinyal SOS dari SS Ourang Medan, 2 diantaranya adalah kapal Amerika Serikat sedangkan yang 9 lagi tidak pernah dijelaskan identifikasinya. Apakah SS Ourang Medan punya Belanda ? hingga saat ini tidak pernah ada bukti otentik yang menyatakannya.
Yang tidak berspekulasi hanya mengatakan bahwa para awak kapal “meninggal karena nasib buruk”.
Mengenai kebenarannya, kita mungkin tidak akan pernah tahu dan akan tetap menjadi sebuah misteri yang tak terpecahkan.



Senin, 15 Desember 2014

DZULMI ELDIN | WALIKOTA MEDAN PERIODE 18 JUNI 2014 -2015

WALIKOTA MEDAN SEKARANG
WALIKOTA MEDAN PERIODE 18 JUNI 2014 -2015

BIODATA :


Nama Lengkap
: Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, M.Si
Tempat Lahir
: Medan, Sumatera Utara
Tanggal Lahir
: 4 Juli 1960
Agama
: Islam
Istri
: Hj. Rita Maharani
Anak
: -
 
PENDIDIKAN :
  • S2 ‐ Universitas Satya Gama, Jakarta (2003)
KARIR :
  • Kepala Seksi Dinas pendapatan Deli Serdang (1992)
  • Camat Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang (1993) dan Lubuk Pakam (1997)
  • Kepala Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara
  • Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan
  • Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Medan (2007)
  • Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan
  • Wakil Wali Kota Medan (2010-2013)
  • Plt. Wali Kota Medan (2013-2014)
  • Wali Kota Medan (2014-sekarang)
RIWAYAT SINGKAT PERJALANAN MENJADI WALIKOTA MEDAN:
Belum ada Riwayat yang di postkan

Dikumpulkan dari beberapa sumber



Minggu, 14 Desember 2014

RAHUDMAN HARAHAP | WALIKOTA MEDAN 2010 - 2013

RAHUDMAN HARAHAP | WALIKOTA MEDAN 2010 - 2013
WALIKOTA MEDAN PERIODE 26 JULI 2010 - 14 MEI 2013

BIODATA :

Nama Lengkap
Tempat Lahir
: Gunung Tua
Tanggal Lahir
: 21 Januari 1959
Agama
: Islam
Istri
: Hj. Yusra Siregar
Anak
: Dedi Jamin Putra Harahap

: Linda Mora Harahap

: Roby Gusman Harahap

: Ahmad Taufiq Azizi

: Dinda Rahayu Harahap
PENDIDIKAN :

  • SD Negeri PD.Sidempuan tahun 1971
  • SMP Negeri PD.Sidempuan tahun 1974
  • SMA Negeri padang Sidempuan tahun 1977
  • Sarjana Tata Praja IIP Jakarta tahun 1989
  • Magister Manajemen UISU (Universitas Islam Sumatera Utara) Medan tahun 2003
KARIR :
  • Sekwilcam Siantar Barat ( 30 Oktober 1990 )
  • Camat Siantar Barat  ( 14 Juli 1990 ) 
  • Kads pasar kota P.Siantar  (16 Februari  1997 ) 
  • PJ.kepala dinas pasar kodya DATI II P.Siantar  ( 02 Desember  1997 ) 
  • Kepala dinas pendapatan tapsel ( 08 September 2000 )
  • PJ.sekda tapsel  (20 Juli 2001 -  20 Juli 2001 )
  • Staf pada balitbang propsu ( 16 Januari 2006 )
  • Asisten pembinaan hukum dan sosial setdaprosu ( 29 Februari 2008 )
  • Asisten administrasi umum dan aset sekretaris daerah provsu  ( 29 Januari 2009 )
  • Walikota  medan  (22 Juli 2009
RIWAYAT SINGKAT PERJALANAN MENJADI WALIKOTA MEDAN:
Drs. H. Rahudman Harahap, M.M adalah seorang politikus Indonesia. Ia adalah Walikota Medan yang mulai menjabat pada 26 Juli 2010 namun dinonaktifkan oleh Menteri Dalam Negeri pada 14 Mei 2013 dan selanjutnya tugas Walikota dilaksanakan oleh Dzulmi Eldin yang saat itu menjabat sebagai wakil wali kota. Sebelum menjadi Walikota, Rahudman merupakan Penjabat Walikota Medan selama 5 bulan sejak 22 Juli 2009, mengisi kekosongan akibat dinonaktifkannya sang Walikota, Abdillah dari tugasnya.

Rahudman adalah anak ketiga dari lima bersaudara dan merupakan satu-satunya anak lelaki di keluarga pasangan Alm. H Tongko Imom Harahap dan Almh. Hj. Tonggol Siregar. Mendaftar sebagai Pegawai Negeri Sipil golongan II/a dengan pangkat Pengatur Muda pada tahun 1981. Pada 1 Oktober 1985, golongannya naik menjadi II/b walaupun berpangkat sama. Pada saat yang sama, ia juga melanjutkan pendidikan dalam jurusan Tata Praja di IIP Jakarta dan lulus pada tahun 1989.

Tahun 1990 Rahudman diangkat sebagai Sekretaris Kecamatan Siantar Barat dan beberapa bulan kemudian menjadi camat. Tahun 1997, Rahudman menjabat sebagai Kepala Dinas Pasar Pematangsiantar dan pada tahun yang sama, menjadi Penjabat Kepala Dinas Pasar Kodya Daerah Tingkat (DATI II) Pematangsiantar. Dua tahun kemudian ia menjadi Penjabat Kepala Dinas Pendapatan Tapanuli Selatan. Tahun 2003 ia meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Islam Sumatera Utara. Tahun 2008 Rahudman diangkat sebagai Asisten Pembinaan Hukum dan Sosial di Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumatera Utara, dan terakhir sebelum menjadi Penjabat Walikota, ia bertugas sebagai Asisten Administrasi Hukum dan Aset di Setda Sumatera Utara.

Pada pemilihan umum kepala daerah Kota Medan 2010, berpasangan dengan calon wakil wali kota Dzulmi Eldin, Rahudman memperoleh jumlah suara terbanyak pada pemilihan wali kota yang dilaksanakan dalam dua putaran. Putaran pertama diikuti oleh 10 pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota. Dalam putaran kedua, pasangan Rahudman-Dzulmi bertemu dengan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin dilantik pada tanggal 26 Juli 2010 di gedung DPRD Kota Medan oleh Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin.(wikipedia)


Dikumpulkan dari beberapa sumber



Sabtu, 16 Agustus 2014

USU Universitas Terbaik di Sumatera dan Tertua di Luar Pulau Jawa

LOGO USU
PROFIL

USU via DR. MANSYUR
Program Studi

USU memiliki 14 fakultas / sekolah yaitu Kedokteran, Hukum, Pertanian, Teknik, Kedokteran Gigi, Ekonomi, Ilmu Budaya, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Psikologi, Keperawatan, dan Sekolah Pascasarjana. Total jumlah program studi adalah 135, terdiri dari 19 program gelar doktor, 32 program gelar master ', 18 pendidikan spesialis, 5 pendidikan profesional, 46 sarjana, dan 15 diploma derajat. Jumlah mahasiswa saat ini terdaftar lebih dari 33.000 orang, 1.000 di antaranya adalah mahasiswa asing.

Sekilas Tentang USU

Sejak awal pendiriannya, USU siap untuk menjadi pusat pendidikan tinggi di bagian barat Indonesia. Ketika pertama kali didirikan pada tahun 1952, USU berada dalam bentuk yayasan, kemudian diubah menjadi status universitas negeri pada tahun 1957, dan kemudian berubah menjadi PT BHMN-tahun 2003.

Selain fakultas dan sekolah, kampus juga memiliki berbagai fasilitas seperti asrama, pusat olahraga, rumah tamu, kafetaria, toko, bank, dan kantor pos. Wisuda dan acara akademik lainnya diadakan di Auditorium dan bangunan Student Center. Sebuah rumah sakit pendidikan kampus yang terletak di Padang Bulan telah dibangun sejak Agustus 2009.

Studi Kesehatan program seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi saat ini sangat menarik bagi mahasiswa asing, terutama yang berasal dari Malaysia. Program studi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Fakultas Pertanian menjadi program terkemuka dari berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Program studi Etnomusikologi secara khusus mempelajari berbagai musik etnik dan pertunjukan di Sumatera. Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik telah terlibat secara intensif dalam pengembangan pengaturan hukum dan administrasi. Sebuah produk pemurnian air - Ferro Filter - penemuan dosen dari Fakultas Teknik sedang dalam proses mendapatkan hak paten, dan telah banyak digunakan di berbagai daerah Sumatera.

Manajemen sistem jaminan kualitas dan pengembangan, yang didukung dengan komitmen yang tinggi dari manajer lini, terus dilakukan dan menjadi agenda utama dalam upaya menghasilkan kualitas terbaik lulusan USU.

Sejarah

Sejarah Universitas Sumatera Utara (USU) dimulai dengan berdirinya Universitas Sumatera Utara Yayasan pada tanggal 4 Juni 1952 Yayasan ini awalnya didirikan oleh Gubernur Sumatera Utara untuk memenuhi permintaan dari masyarakat Sumatera Utara khususnya dan Indonesia orang-orang pada umumnya.

Selama penjajahan Jepang, beberapa orang terkemuka di Medan termasuk Dr Pirngadi dan Dr T. Mansoer menyusun rencana untuk pembentukan School of Medicine. Setelah Hari Kemerdekaan, pemerintah menunjuk Dr Mohd. Djamil di Bukit Tinggi sebagai ketua panitia. Begitu kedaulatan itu kembali karena bentrokan pada tahun 1947, Gubernur Abdul Hakim adalah orang pertama yang memanggil Masyarakat Sumatera Utara untuk kegiatan penggalangan dana dalam upaya untuk mendirikan sebuah universitas di daerah ini.

Pada 31 Desember 1951, sebuah komite persiapan untuk pembentukan universitas didirikan dan diketuai oleh Dr Soemarsono yang anggotanya termasuk Dr Ahmad Sofian, Ir. Danunagoro dan Sekretaris Mr Djaidin Purba.

Sebagai hasil dari kerja kolaboratif, mental dan dukungan material dari masyarakat Sumatera Utara seluruh yang juga termasuk Daerah Istimewa Aceh, pada tanggal 20 Agustus 1952, Fakultas Kedokteran adalah berhasil didirikan di Seram Street dengan jumlah awal 27 siswa, dua di antaranya adalah perempuan.

Beberapa fakultas lain diikuti: Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954), Fakultas Pelatihan Guru dan Pendidikan (1956), dan Fakultas Pertanian (1956).

Pada tanggal 20 November 1957, USU diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Dr Ir. Soekarno, sebagai universitas negeri ke-7 di Indonesia.

Pada tahun 1959, Fakultas Teknik di Medan dan Fakultas Ekonomi di Kutaraja (Banda Aceh) didirikan dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia diikuti dengan pembentukan Fakultas Kedokteran Hewan Kesehatan Hewan dan Peternakan di Banda Aceh. Pada saat itu, USU terdiri dari lima fakultas di Medan dan dua fakultas di Banda Aceh.

Dalam tahun-tahun berikutnya, fakultas lain muncul: Fakultas Kedokteran Gigi (1961), Fakultas Sastra (1965), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (1965), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (1982), Sekolah Pascasarjana (1992), Fakultas Kesehatan Masyarakat (1993), Fakultas Farmasi (2006), Fakultas Psikologi (2007), dan Fakultas Ilmu Keperawatan (2009).

Pada tahun 2003, USU berubah status dari Universitas Masyarakat (PTN) menjadi Badan Usaha Milik Negara Universitas (BHMN). Perubahan status ditempatkan USU dalam kelima setelah UI, UGM, ITB dan IPB yang berubah menjadi BHMN pada tahun 2000.

Dalam perkembangannya, beberapa fakultas di USU telah melahirkan tiga universitas baru, yaitu Universitas Syah Kuala di Banda Aceh, memiliki asal-usulnya dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Kedokteran Hewan Kesehatan dan Peternakan di Banda Aceh. Kemudian Institut Keguruan dan Pendidikan / IKIP (1964), saat ini disebut Universitas Negeri Medan (UNIMED), karena keberadaannya ke USU Fakultas Keguruan dan Pendidikan. Setelah itu, Politeknik Negeri Medan, sebelumnya USU Politeknik, didirikan pada tahun 1999.

Kampus USU berlokasi di Padang Bulan, daerah hijau dan teduh dari 120 ha di pusat kota Medan. Zona akademik meliputi wilayah 90 ha melayani hampir semua siswa belajar dan kegiatan praktek. Sistem pembelajaran didukung oleh fasilitas perpustakaan dan lebih dari 200 laboratorium. Perpustakaan menyediakan berbagai sumber daya akademik baik dalam bentuk cetak dan elektronik. USU Library adalah salah satu yang terbaik di Indonesia saat ini. The Padang Bulan Kampus juga didukung oleh infrastruktur teknologi informasi yang memberikan akses ke berbagai sumber daya informasi untuk memfasilitasi pembelajaran dan penelitian proses dari mahasiswa dan dosen.

Ringkasan Program Studi
Program Studi
Diploma
Sarjana
Profesi
Spesialis
Magister
Doktor
1. FAKULTAS KEDOKTERAN
Pendidikan Dokter




Biomedik





Ilmu Kedokteran Tropis





Ilmu Kedokteran




Ilmu Anastesi





Ilmu Bedah





Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan





Ilmu Kehakiman Kedokteran





Ilmu Kesehatan Anak





Ilmu Patologi Anatomi





Ilmu Patologi Klinik





Ilmu Pencintraan (Radiologi)





Ilmu Penyakit Dalam





Ilmu Penyakit Jiwa





Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin





Ilmu Penyakit Mata





Ilmu Penyakit Paru





Ilmu Penyakit Syaraf





Ilmu Penyakit T.H.T.





2. FAKULTAS HUKUM
Ilmu Hukum



Kenotariatan





3. FAKULTAS PERTANIAN
Agribisnis




Agroekoteknologi




Ilmu Peternakan



 

Ilmu dan Teknologi Pangan





Kehutanan





Manajemen Sumberdaya Perairan





Ilmu Pertanian





4. FAKULTAS TEKNIK
Arsitektur




Teknik Elektro




Teknik Industri



 
Teknik Kimia




Teknik Mesin



 
Teknik Sipil



 
5. FAKULTAS EKONOMI
Akuntansi

 
Ekonomi Pembangunan



 
Manajemen



 
Keuangan





Kesekretariatan





6. FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
Pendidikan Dokter Gigi




Ilmu Kedokteran Gigi




Ortodontik





7. FAKULTAS SASTRA
Sastra Arab





Sastra Batak





Sastra Indonesia





Sastra Inggris




Sastra Jepang




Sastra Melayu





Etnomusikologi





Ilmu Perpustakaan dan Informasi




Ilmu Sejarah





Pariwisata





Sastra Cina





Penciptaan dan Pengkajian Seni





Linguistik




8. FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Biologi



 
Fisika



 
Fisika Instrumentasi





Kimia
 


Matematika



 
Statistik





Teknik Informatika



 

Sistem Informasi





Metrologi





9. ILMU-ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Antropologi Sosial





Ilmu Administrasi Negara





Ilmu Kesejahteraan Sosial





Ilmu Komunikasi





Ilmu Politik





Ilmu Administrasi Niaga





Sosiologi

 




Perpajakan
 





Studi Pembangunan





10. FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
Ilmu Kesehatan Masyarakat

 


 
11. FAKULTAS PSIKOLOGI
 Psikologi




12. FAKULTAS FARMASI
Ilmu Farmasi

 

Analis Farmasi





13. FAKULTAS KEPERAWATAN
Pendidikan Keperawatan
 




Profesi NERS





Bidan Pendidik





14. SEKOLAH PASCASARJANA
Magister Manajemen





Pengembangan Wilayah




Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan






Peta USU
Alamat USU :
Jl.Dr Mansyur No.9, Medan 20155, Telp. (061) 8210122


Sumber : usu.ac.id